KEJADIAN STUNTED DAN PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 24-36 BULAN

Authors

  • Mawaddah Fitriyah Program Studi Gizi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta
  • Septriana Septriana Program Studi Gizi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta
  • Tri Mei Khasana Program Studi Gizi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.35842/mr.v20i3.1356

Abstract

Latar belakang: Stunted berpengaruh dengan kesehatan dan perkembangan anak yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan intelektual pada balita. Anak stunted dilihat perkembangannya menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) sebagai alat skrining perkembangan anak secara rutin. Tujuan: Untuk mengetahui adanya perkembangan meragukan dan penyimpangan, yang dilakukan setiap 6 bulan sekali pada usia 3-72 bulan. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan Cross-sectional. Responden penelitian adalah balita usia 24-36 bulan dengan jumlah sampel 61 responden dengan metode proportional random sampling. Variabel bebas adalah kejadian stunted dan variabel terikat adalah perkembangan balita. Instrumen penelitian menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Analisa data yang digunakan uji Chi- Square. Hasil: balita dengan kategori stunted sebanyak 34 responden (55,7%) dan perkembamgan balita pada kategori perkembangan penyimpangan sebanyak 18 responden (29,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan (p-value <0,032) ada hubungan kejadian stunted dan penyimpangan perkembangan balita usia 24-36 bulan. Kesimpulan: Balita yang tergolong stunted mengalami penyimpamgan perkembangan balita usia 24-36 bulan.

Downloads

Published

2025-11-14

Issue

Section

Artikel