KARAKTERISTIK STATUS GIZI BALITA DI KOTA MALANG
DOI:
https://doi.org/10.35842/mr.v20i3.1288Abstract
Latar belakang: Status gizi adalah salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan anak. Permasalahan status gizi gizi pada balita, seperti stunting, wasting, dan underweight masih menjadi tantangan di Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran karakteristik status gizi pada balita di Kota Malang. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita usia 6-59 bulan di 7 kecamatan di Kota Malang. Sebanyak 178 balita dilibatkan sebagai responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data status gizi ditentukan dengan indeks antropometri BB/U, TB/U, dan BB/TB menggunakan software WHO Anthro 2005. Ketiga indeks tersebut selanjutnya digunakan bersama-sama untuk mengetahui karakteristik status gizi individu maupun kelompok. Data pendukung yaitu berat badan dan panjang badan lahir, status pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI, serta data sosial ekonomi juga dikaji untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada status gizi balita. Hasil: Sebanyak 59,0% balita di kota Malang memiliki karakteristik status gizi normal (tidak mengalami masalah gizi akut maupun kronis). Sementara 41,0% balita mengalami masalah gizi, yang didominasi oleh balita dengan masalah gizi akut dan kronis. Meskipun mayoritas balita memiliki berat badan lahir dan panjang badan lahir normal, mendapat ASI eksklusif, dan status pemberian MP-ASI yang sesuai, mayoritas balita mendapat asupan zat gizi makro maupun mikro yang kurang dari kebutuhan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Kesimpulan: Masalah gizi akut, kronis, maupun keduanya yang terjadi pada balita di kota Malang dapat disebabkan oleh defisiensi asupan zat gizi makro maupun mikro.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





