PENGARUH USIA, TINGGI BADAN DAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STUNTING PADA BALITA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35842/mr.v15i1.269

Keywords:

age, height, exclusive breastfeeding, stunting

Abstract

Background: Stunting is a chronic condition that describes stunted growth due to long-term malnutrition. Stunting can be influenced by the lack of nutrition, low birth weight exclusive breastfeeding, duration of exclusive breastfeeding. Objective: to analyze the effect of age, height, and history of exclusive breastfeeding on stunting using multiple logistic regression tests and the presentation of the regression equation model followed by the probability of stunting in toddlers. Methods: The study population was toddlers who had medical record data at the public health center "X" in Banyuanyar Surakarta in October 2019. By using a consecutive sampling technique, a sample of 30 children was obtained. Results: age, height, and history of exclusive breastfeeding together affected stunting (F = 25,676, p = 0,000), with a joint effect of 71.9%. Age, height, and history of exclusive breastfeeding individually also affected stunting, respectively age (t = 3,656, p = 0.001), height (t = -4,499, p = 0,000), and history of breastfeeding exclusive (t = 3.207, p = 0.004). Conclusion: exclusive breastfeeding for toddlers can improve nutritional status, thereby reducing the chances of toddlers experiencing stunting.

Author Biography

Sumardiyono Sumardiyono, Lab. Ilmu Kesehtan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Lab. Ilmu Kesehtan Masyarakat
Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret

References

Aguw, M., Malonda, N. S. H., & Mayulu, N. (2019). Hubungan antara Status Imunisasi dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Jurnal KESMAS, 8(7), 258–265.

Caitom, C. D., Rumayar, A. A., & Tucunan, A. A. T. (2019). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Kota Manado. Jurnal KESMAS, 8(7), 108–114.

Handayani, S., Kapota, W. N., & Oktavianto, E. (2019). Hubungan Status ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan di Desa Watugajah Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Medika Respati, 14(4), 287–300.

Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta. Retrieved from https://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil Riskesdas 2013.pdf

Kementerian Desa PDTT RI. (2017). Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.

Kusuma, K. E., & Nuryanto. (2013). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 Tahun (Studi di Kecamatan Semarang Timur). Journal of Nutrition College, 2(4), 523–530.

Mamonto, T. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Kotamobagu. Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 3(1), 56–65.

Mitra. (2015). Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kajian Kepustakaan) Stunting Problems and Interventions to Prevent Stunting (A Literature Review). Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), 254–261.

Nasution, D., Nurdiati, D. S., & Huriyati, E. (2014). Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 bulan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 11(1), 31–37.

Ni’mah, K., & Nadhiroh, S. R. (2015). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Media Gizi Indonesia, 10(1), 13–19.

Nuradha, Y., Wasaraka, K., Prawirohartono, E. P., & Soenarto, Y. (2015). Perbedaan proporsi s tunting pada anak usia 12-24 bulan berdasarkan pemanfaatan pelayanan posyandu di Kabupaten Jayapura, Papua. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 12(2), 72–78.

Nurkarimah, Hasanah, O., & Bayhakki. (2018). Hubungan durasi pemberian asi eksklusif dengan kejadian Stunting pada Anak. JOM FKp, 5(2), 184–192.

Pengan, J., Kawengian, S., & Rombot, D. V. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Kotamobagu. Universitas Sam Ratulangi. Retrieved from http://fkm.unsrat.ac.id/wp-content/uploads/2015/05/JURNAL-JOHAN-1.pdf.

Purba, E. A., Kapantow, N. H., & Momongan, N. (2017). Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Bayi 6-12 Bulan di wilayah Kerja Puskesmas Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal KESMAS, 6(4), 1–7.

Sari, E. M., Juffrie, M., Nurani, N., & Sitaresmi, M. N. (2016). Asupan Protein, Kalsium dan Fosfor Pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 24-59 Bulan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 12(4), 132–159.

Sjawie, W. A., Rumayar, A. A., & Korompis, G. E. C. (2019). Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. Jurnal KESMAS, 8(7), 298–304.

Sulistianingsih, A., & Sari, R. (2018). ASI eksklusif dan berat lahir berpengaruh terhadap stunting pada balita 2-5 tahun di Kabupaten Pesawaran. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 15(2), 45–51.

TNP2K. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta.

Wati, S. E. (2016). Perbedaan Status Gizi Bayi yang Diberi ASI Eksklusif dengan Tidak ASI Eksklusif di Puskesmas Tarokan Kabupaten Kediri. Jurnal Nusantara Medika, 1(1), 69–78.

Downloads

Published

2020-02-15

Issue

Section

Artikel