FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS CILEDUG

Authors

  • Muhammad Dzikra Padaffa FK Uhamka
  • Nurhayati Nurhayati FK Uhamka
  • Ismaily Fasyah FK Uhamka

Abstract

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang dapat mempengaruhi sistem pernapasan, mulai dari hidung hingga alveoli di saluran bawah, termasuk ruang telinga tengah, sinus, dan membran pleura. ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang, Indonesia berada di urutan ke 6 dunia. Gejala ISPA dapat muncul secara tiba-tiba, seperti batuk, demam tinggi, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat hingga sulit untuk bernapas. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita seperti faktor pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan ibu, lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Ciledug, Tangerang seperti pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, dan perilaku ibu balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 100 ibu dengan balita usia 1–59 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Ciledug. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Sebanyak 65% balita ditemukan menderita ISPA. Terdapat hubungan signifikan antara kejadian ISPA dengan tingkat pendidikan (p = 0,001), pekerjaan (p = 0,005), pendapatan (p = 0,011), pengetahuan ibu (p = 0,003), dan perilaku PHBS (p = 0,007). Kesimpulan: Faktor sosial ekonomi, pengetahuan dan perilaku ibu memiliki keterkaitan bermakna terhadap kejadian ISPA pada balita

Downloads

Published

2026-02-28

Issue

Section

Artikel