RIWAYAT DIARE, ISPA DAN KECACINGAN DENGAN KEJADIAN WASTING PADA BALITA
DOI:
https://doi.org/10.35842/mr.v20i2.1338Abstract
Latar belakang: Wasting merupakan masalah gizi yang tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makan yang tidak adekuat, tetapi juga berkaitan dengan riwayat infeksi. Konsekuensi dari kejadian wasting adalah peningkatan risiko terjadinya stunting pada balita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian wasting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Antara Kota Makassar. Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada populasi balita berusia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Antara Kota Makassar. Besar sampel ditentukan menggunakan rumus proportional sampling dan diperoleh total 141 balita. Kejadian wasting diperoleh melalui pengukuran antropometri menggunakan indikator berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), sementara itu riwayat infeksi diobservasi menggunakan kuesioner untuk mengetahui frekuensi dan durasi diare, ISPA, dan kecacingan dalam kurun waktu ≤1 tahun terakhir. Hasil: Sebanyak 26 balita (18,4%) memiliki status gizi wasting. Di antara balita wasting tersebut, sebanyak 37% memiliki riwayat diare, 59,1% memiliki riwayat ISPA serta 41,7% memiliki riwayat kecacingan. Hasil analisis bivariat menunjukkan riwayat infeksi diare, ISPA, dan kecacingan berhubungan dengan kejadian wasting (p-value <0,05). Kesimpulan: Riwayat infeksi diare, ISPA, dan kecacingan berhubungan dengan kejadian wasting.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





