PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN BERDASARKAN PEKERJAAN IBU BALITA
DOI:
https://doi.org/10.35842/mr.v20i2.1335Abstract
Latar belakang: Angka kematian balita (AKABA) menggambarkan tingkat permasalahan balita, tingkat pelayanan KIA/Posyandu, tingkat keberhasilan program KIA/Posyandu dan kondisi sanitasi lingkungan. Angka Kematian Bayi dan Balita pada tahun 2023 di Kabupaten masih tinggi yaitu 8,91 per 1000 kelahiran hidup bayi, dan 10,01 per 1000 kelahiran hidup dari 172 bayi dan balita. Khususnya di Kecamatan Manisrenggo pada tahun 2018 masih terdapat Angka Kematian Bayi dan Balita yang berjumlah diantaranya 3 bayi dan 2 balita. Pola pencarian kesehatan pertama kali ketika anak mereka sakit memang sangat penting dalam menentukan kesembuhan bagi seseorang. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan perilaku pencarian pengobatan berdasarkan pekerjaan ibu balita di Posyandu Desa Leses (7 posyandu) Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi dan balita dan terdapat riwayat sakit selama 6 bulan terakhir yaitu sebanyak 64 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik propotional random sampling. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan uji mann-whitney. Hasil: Usia ibu balita mayoritas pada usia 25-45 tahun dengan jumlah 55 (85,9%) responden dan sebanyak 34 (53,1%) responden pergi ke pelayanan kesehatan saat membutuhkan pengobatan. Untuk pekerjaan ibu mayoritas responden tidak bekerja 38 (59,37%) responden dan sebanyak 37 (57,8%) responden memilih datang ke pelayanan kesehatan saat membutuhkan pengobatan. Kesimpulan: Ibu yang bekerja lebih banyak melakukan pengobatan sendiri atau tidak ke pelayanan kesehatan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





