Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan https://medika.respati.ac.id/index.php/Medika <table style="height: 200px;" border="0" width="800" cellspacing="0" cellpadding="0"> <tbody> <tr> <td valign="top" width="600"> <div class="img-profile"> <div class="imgthumb"><img src="https://medika.respati.ac.id/public/site/bg-home.jpg" alt="Medika Respati" /></div> </div> </td> <td valign="top" width="800"> <div class="team-content"> <p align="justify"><strong>Medika Respati</strong>: Jurnal Ilmiah Kesehatan is an open access and peer-reviewed journal that contains research articles in the field of health (Medicine, Nursing, Public Health, Nutrition, Midwifery, Physiotherapy, Health Technology and others science). <br/>Medika Respati: Published by the Faculty of Health Sciences, Respati University, Yogyakarta with a frequency of publication four times a year (February, May, August and November). <br/>Based on the decision of the Director General of Strengthening Research and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia Number: 10/C/C3/DT.05.00/2025, Medika Respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan is recognized as an Accredited Electronic Scientific Journal for 2022 - 2027 (SINTA 4).</p> <p align="justify">ISSN<a title="1907-3887" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/1907-3887" target="_blank" rel="noopener">1907-3887</a> (Print), ISSN <a title="2685-1156" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/1907-3887" target="_blank" rel="noopener">2685-1156 </a>(Online)</p> <p align="justify">e-mail: [email protected] ;</p> </div> </td> </tr> </tbody> </table> Universitas Respati Yogyakarta en-US Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 1907-3887 WONTON “CHIKUN” FORMULASI AYAM DAN IKAN KUNIRAN SEBAGAI KUDAPAN UNTUK BALITA GIZI KURANG USIA 24-59 BULAN https://medika.respati.ac.id/index.php/Medika/article/view/1411 <p><strong>Latar belakang: </strong>Prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia masih tergolong tinggi meskipun menunjukkan tren penurunan, dengan angka stunting sebesar 21,6% dan wasting 7,7% pada tahun 2022, yang menurun menjadi 19,8% dan 7,4% pada tahun 2024. Dari kondisi ini, diperlukan intervensi gizi yang berkelanjutan. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui pengaruh dari formulasi terhadap nilai gizi kuantitatif, mutu organoleptik dan taraf perlakuan terbaik pada Chikun Wonton untuk balita gizi kurang. <strong>Metode : </strong>Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan desain penelitian rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan meliputi rasio perbandingan antara ikan kuniran dan daging ayam (P1 50:50, P2 40:60, dan P3 30:70). Jumlah panelis adalah 30 orang. Kandungan nilai gizi dan mutu protein dianalisis melalui perhitungan empiris, mutu organoleptik dianalisis secara statistik menggunakan uji <em>Kruskall Wallis,</em> yang akan dilanjutkan dengan uji <em>Mann Whitney</em> saat hasilnya signifikan. <strong>Hasil: </strong>Penentuan formula terbaik dilihat dari hasil perhitungan Nilai Hasil (Nh). Nh tertinggi didapatkan pada perlakuan 1 (P1), sehingga perlakuan P1 merupakan formula terpilih. Dalam P1 memiliki nilai gizi: energi 283 kkal, protein 14,43 gram, lemak 14,97 gram, dan karbohidrat 26,99 gram; mutu protein: Skor Asam Amino (SAA) 100, Mutu Cerna (MC) 96,88, <em>Net Protein Utilization</em> (NPU) 96,88 dan <em>Biological Value</em> (BV) 100; dan mutu organoleptik : warna 3,3, aroma 3,27, tekstur 3,37 dan rasa 3,2. <strong>Kesimpulan:</strong> Perlakuan P1 merupakan formulasi terbaik karena memiliki kandungan energi, protein, dan lemak tertinggi serta mutu protein yang baik dengan profil asam amino esensial lengkap dan mudah dicerna. Secara organoleptik, P1 unggul pada aroma dan tekstur serta bersama P2 memiliki rasa terbaik, sementara P2 unggul pada warna. Berdasarkan nilai Nh tertinggi (0,75), P1 ditetapkan sebagai perlakuan terbaik.</p> Triutami Agustin Pramita Theresia Puspita Juin Hadi Suyitno Copyright (c) 2026 Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-26 2026-02-26 1 14 LAMA RAWAT PRA-TINDAKAN SEBAGAI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PASIEN PCI DI RSUD UNDATA SULAWESI TENGAH https://medika.respati.ac.id/index.php/Medika/article/view/1421 <p><strong>Latar belakang:</strong> Penyakit jantung merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Tindakan <em>Percutaneous Coronary Intervention</em> (PCI) menjadi salah satu terapi yang banyak dilakukan. Berdasarkan data RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, jumlah pasien yang menjalani PCI meningkat dari 324 pasien pada tahun 2023 menjadi 624 pasien pada tahun 2024. Hasil wawancara terhadap empat pasien jelang tindakan PCI menunjukkan gejala psikologis seperti sulit tidur, rasa takut mati, gelisah, dan jantung berdebar, yang mengindikasikan adanya depresi yang mungkin dipengaruhi oleh lama rawat sebelum Tindakan. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara lama rawat dengan tingkat depresi pasien jelang tindakan PCI di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian berjumlah 117 pasien yang menjalani PCI di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, dengan sampel sebanyak 54 orang yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. <strong>Hasil:</strong> Dari 47 pasien dengan lama rawat cepat (≤3 hari), 45 orang (95,7%) tidak mengalami depresi dan 2 orang (4,3%) mengalami depresi ringan. Sedangkan dari 7 pasien dengan lama rawat sedang dan lama (&gt;3 hari), 4 orang (57,1%) tidak mengalami depresi dan 3 orang (42,9%) mengalami depresi ringan. Hasil uji <em>Fisher’s Exact Test</em> menunjukkan <em>p</em> = 0,012 (<em>p</em> &lt; 0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara lama rawat dan tingkat depresi pasien jelang tindakan PCI di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.</p> Lulun Afrina Januarista Matius Paundanan Copyright (c) 2026 Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-26 2026-02-26 15 24 EFEKTIVITAS THOUGHT STOPPING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISIS https://medika.respati.ac.id/index.php/Medika/article/view/1420 <p><strong>Latar belakang:</strong> Kecemasan merupakan masalah psikologis diperkirakan mencapai 20% hingga 45%. Kecemasan pada pasien hemodialisis dapat memicu perilaku irasional, ketidakpatuhan terhadap regimen terapeutik, konflik dengan tenaga medis, hingga ketakutan berlebih akan kematian. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah terapi <em>thought stopping</em>, yang dirancang untuk memutus dan merestrukturisasi pikiran difungsional atau obsesif yang mengganggu. <strong>Tujuan:</strong> Untuk menganalisis efektivitas terapi <em>thought stopping</em> terhadap tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain <em>Quasi-Experiment</em> dengan rancangan <em>One Group Pre-test Post-test</em>. Sampel berjumlah 24 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen kecemasan dengan <em>Generalized Anxiety Disorder-7</em> (GAD-7). Analisis data menggunakan uji statistik <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>. <strong>Hasil:</strong> Rerata skor kecemasan 12,58 pada <em>pre-test</em> menjadi 8,25 pada <em>post-test</em>, dengan selisih penurunan sebesar 4,33. Hasil uji <em>Wilcoxon</em> menunjukkan nilai <em>p-value</em> 0,000. Selanjutnya, uji efektivitas <em>Cohen’s</em> menghasilkan nilai 3,232. <strong>Kesimpulan:</strong> Terapi thought stopping direkomendasikan untuk diterapkan dalam asuhan keperawatan guna membantu pasien mengontrol pikiran negatif dan meningkatkan kesehatan psikologis.</p> Endrat Kartiko Utomo Puput Mulyono Copyright (c) 2026 Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-26 2026-02-26 25 32 PERSEPSI REMAJA TENTANG DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI : STUDI KUALITATIF DI DESA PESISIR SULAWESI SELATAN https://medika.respati.ac.id/index.php/Medika/article/view/1433 <p><strong>Latar belakang: </strong>Krisis iklim saat ini telah menjadi perhatian kesehatan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang rentan, termasuk remaja. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalukubodo, Kabupaten Takalar, yang merupakan wilayah terdampak bencana terkait perubahan iklim. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi remaja mengenai bagaimana krisis iklim dan peristiwa yang dipicu oleh perubahan iklim memengaruhi kehidupan mereka, dengan fokus pada kesehatan seksual dan reproduksi (KSR). <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion dan wawancara mendalam melibatkan masing-masing tiga belas orang remaja perempuan dan laki-laki. Variabel yang diteliti meliputi peristiwa perubahan iklim yang dialami, dampak dan bentuk adaptasi yang dilakukan, data dianalisis menggunakan analisis tematik. <strong>H</strong><strong>asil:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa remaja mengalami beberapa peristiwa terkait iklim, termasuk banjir rob, kekeringan, dan angin kencang. Namun menganggap peristiwa tersebut relatif minor dan tidak secara signifikan memengaruhi kesehatan seksual dan reproduksi mereka. Remaja perempuan mengatakan mereka mengakses layanan KSR di Puskesmas terdekat, khususnya untuk suplementasi zat besi, sedangkan remaja laki-laki menyatakan tidak pernah mengakses layanan terkait KSR. Para informan juga mengungkapkan bahwa tidak ada pelatihan/edukasi terkait dengan kesiapsiagaan bencana atau program konseling kesehatan reproduksi yang dilakukan di Desa mereka. Kurangnya pendidikan pencegahan ini meningkatkan kerentanan remaja mengingat tingginya angka pernikahan anak di Desa Kalukubodo. <strong>Kesimpulan:</strong> Meskipun dampak langsung dari peristiwa terkait iklim belum dirasakan oleh remaja, kurangnya program edukasi KSR dan kesiapsiagaan bencana meningkatkan kerentanan remaja terhadap perubahan iklim. Sehingga diperlukan program terpadu yang ramah remaja dan berfokus pada pendidikan KSR serta kesiapsiagaan bencana untuk memperkuat ketahanan remaja.</p> Rosa Devitha Ayu Mohammad Fikri Copyright (c) 2026 Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-26 2026-02-26 33 46 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS CILEDUG https://medika.respati.ac.id/index.php/Medika/article/view/1369 <p><strong>Latar belakang:</strong> Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang dapat mempengaruhi sistem pernapasan, mulai dari hidung hingga alveoli di saluran bawah, termasuk ruang telinga tengah, sinus, dan membran pleura. ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang, Indonesia berada di urutan ke 6 dunia. Gejala ISPA dapat muncul secara tiba-tiba, seperti batuk, demam tinggi, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat hingga sulit untuk bernapas. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita seperti faktor pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan ibu, lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Ciledug, Tangerang seperti pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, dan perilaku ibu balita. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 100 ibu dengan balita usia 1–59 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Ciledug. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, dianalisis menggunakan uji Chi-square. <strong>Hasil:</strong> Sebanyak 65% balita ditemukan menderita ISPA. Terdapat hubungan signifikan antara kejadian ISPA dengan tingkat pendidikan (<em>p</em> = 0,001), pekerjaan (<em>p </em>= 0,005), pendapatan (<em>p</em> = 0,011), pengetahuan ibu (<em>p</em> = 0,003), dan perilaku PHBS (<em>p</em> = 0,007).<strong> Kesimpulan: </strong>Faktor sosial ekonomi, pengetahuan dan perilaku ibu memiliki keterkaitan bermakna terhadap kejadian ISPA pada balita</p> Muhammad Dzikra Padaffa Nurhayati Nurhayati Ismaily Fasyah Copyright (c) 2026 Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-28 2026-02-28 47 54 POSTPARTUM GOVERNANCE IN GLOBAL SCHOLARSHIP : A BIBLIOMETRIC STUDY OF RESEARCH TRENDS AND INTELLECTUAL STRUCTURES (2012–2025) https://medika.respati.ac.id/index.php/Medika/article/view/1412 <p><strong><em>Background: </em></strong><em>The postpartum period represents a critical stage in the continuum of maternal and newborn health, yet it has historically received less attention in health policy and research compared with antenatal and intrapartum care. Existing studies largely focus on clinical outcomes, while governance structures shaping the organization, coordination, and delivery of postpartum services remain insufficiently examined. <strong>Purpose</strong> This study aims to map the intellectual structure and global research trends of postpartum governance within maternal health scholarship. <strong>Method</strong>: A quantitative bibliometric design was used to analyze global research indexed in the Scopus database between 2012 and 2025. The search strategy applied a TITLE-ABS-KEY query combining postpartum-related terms with governance and health service concepts. After screening and eligibility filtering, 417 peer-reviewed journal articles were included in the final dataset. Bibliometric analysis using the Bibliometrix R package and Biblioshiny interface examined publication sources, authorship and international collaboration patterns, and the conceptual structure of the literature through keyword co-occurrence, thematic mapping, and thematic evolution analyses. <strong>Results:</strong> The findings indicate that research on postpartum governance is expanding across maternal health, public health, and health services research journals, although governance-related themes remain less consolidated than dominant clinical topics. <strong>Conclusion:</strong> Postpartum governance is emerging as an interdisciplinary research domain linking maternal health care with broader health system organization and service delivery perspectives. This bibliometric mapping provides empirical evidence to support future research and inform policy discussions on strengthening governance and coordination in postpartum care.</em></p> Astri Sapariah Hafizah Che Hassan Fatimah Yahya Copyright (c) 2026 Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-26 2026-02-26 55 70